
FAKTA1.COM, FAKTA— Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U) UIN Alauddin Makassar kembali menyuarakan keresahan terkait kebijakan efisiensi anggaran serta pemblokiran Dana Badan Layanan Umum (BLU) terkhususnya di UINAM. Kebijakan ini dinilai tidak hanya melumpuhkan aktivitas kampus, tetapi juga menekan ruang mahasiswa secara langsung.
Muhammad Mahadir, Sekretaris Jenderal DEMA-U menegaskan bahwa status BLU yang disandang UINAM kini seperti kehilangan makna. Pasalnya, dana yang semestinya menjadi sumber utama pembiayaan kegiatan akademik dan non-akademik justru dibekukan, tanpa kejelasan dari pihak kampus.
“Kampus ini BLU, tapi dananya diblokir. Sementara rektorat tidak menunjukkan sikap tegas. Kegiatan mahasiswa lumpuh, layanan akademik terseok. Kampus seperti berjalan tanpa arah,” tegas Mahadir.
DEMA-U mengaku telah menyampaikan langsung keresahan ini ke rektorat sejak awal, namun tidak membuahkan respons konkret. Karena itu, mereka melanjutkan desakan ke DPRD Provinsi Sulawesi Selatan sebagai bentuk eskalasi. Sayangnya, hasilnya nihil.
- Babak Baru Kasus Nikel Kolaka, Jaksa Dalami Hubungan Transaksi Antarperusahaan Tambang
- 65 Ribu Orang Datang ke Sidrap, Prof. Mursalim Nohong Sebut Aktivitas Ekonomi Baru
- Tuntutan 13 Tahun Dinilai Belum Adil, Keluarga Rustam Harap Hakim Jatuhkan Hukuman Maksimal ke Pelaku
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
“Setelah kami
DEMA-U mengecam sikap pasif DPRD sebagai bentuk pembiaran terhadap krisis pendidikan yang dialami mahasiswa. Ia menyebut hal ini sebagai cerminan lemahnya keberpihakan terhadap hak-hak dasar mahasiswa.
“Yang kami suarakan bukan sekadar soal anggaran, tapi keberanian memperjuangkan keadilan dalam dunia pendidikan. Jangan sampai yang diblokir bukan cuma BLU, tapi juga masa depan mahasiswa,” ujarnya.
- Babak Baru Kasus Nikel Kolaka, Jaksa Dalami Hubungan Transaksi Antarperusahaan Tambang
- 65 Ribu Orang Datang ke Sidrap, Prof. Mursalim Nohong Sebut Aktivitas Ekonomi Baru
- Tuntutan 13 Tahun Dinilai Belum Adil, Keluarga Rustam Harap Hakim Jatuhkan Hukuman Maksimal ke Pelaku
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
DEMA-U menyerukan kepada seluruh sivitas akademika dan masyarakat sipil agar tidak tinggal diam. Menurut mereka, perjuangan ini bukan hanya soal nominal atau teknis birokrasi, melainkan soal keadilan, transparansi, dan martabat dunia akademik yang hari ini sedang tergerus.(timf1)








Tinggalkan Balasan