Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 8153 • Lihat semua

KONAWE – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Konawe menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan Dokumen Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK). Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu hotel di Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah perwakilan kecamatan di wilayah Kabupaten Konawe. Hadir sebagai narasumber, Sri Joko Wahyu Hendro, S.E., M.Si., yang merupakan perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Konawe.

Dalam pemaparannya, Sri Joko Wahyu Hendro menjelaskan pentingnya ketersediaan data yang akurat dan terukur dalam penyusunan dokumen inventarisasi GRK. Data dari berbagai sektor diperlukan untuk mengidentifikasi sumber emisi sekaligus menghitung besaran emisi gas rumah kaca di Kabupaten Konawe.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dan kerja sama antarlembaga dalam mendukung proses inventarisasi. Keterlibatan setiap pemangku kepentingan diharapkan dapat membantu penyediaan data dan informasi sesuai dengan sektor masing-masing sehingga dokumen yang disusun menjadi lebih komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Diskusi berlangsung interaktif ketika perwakilan Kecamatan Unaaha dan Kecamatan Morosi menyampaikan pertanyaan terkait penyusunan dokumen inventarisasi GRK. Pembahasan tersebut turut menyoroti pentingnya peran pemerintah kecamatan dalam mendukung penyediaan data lingkungan di wilayah masing-masing.

Melalui sesi tanya jawab, peserta memperoleh kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai proses inventarisasi emisi gas rumah kaca serta perannya dalam mendukung upaya pengendalian perubahan iklim di tingkat daerah.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Konawe, Syahrul, S.KM., M.M., berharap kegiatan FGD tersebut dapat memperkuat koordinasi dan sinergi antarpemangku kepentingan dalam mendukung penyusunan Dokumen Inventarisasi Gas Rumah Kaca Kabupaten Konawe.

Penyusunan dokumen inventarisasi GRK merupakan langkah penting untuk mengidentifikasi sumber emisi dan menghitung besaran emisi dari berbagai sektor. Data yang dihimpun diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan dan strategi pengendalian emisi, sekaligus mendukung upaya penanganan perubahan iklim.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kabupaten Konawe, Edy Mangkere, S.T., M.PWK, mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan pendataan dan penyusunan inventarisasi GRK untuk mengidentifikasi berbagai sumber emisi di wilayah Kabupaten Konawe.

Menurut Edy, inventarisasi tersebut merupakan langkah awal untuk mengetahui sumber-sumber emisi yang berasal dari berbagai aktivitas dan sektor. Data yang diperoleh nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menyusun rekomendasi dan menentukan langkah-langkah pengurangan emisi gas rumah kaca.

“Jadi, saat ini kami sedang menyusun dan mendata sumber-sumber yang menyebabkan timbulnya emisi. Dari data tersebut, nantinya kita bisa memberikan rekomendasi mengenai langkah-langkah apa saja yang dapat dilakukan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca,” ujarnya.

Ia menjelaskan, melalui proses pendataan tersebut, DLH Kabupaten Konawe akan mengidentifikasi berbagai sumber yang berkontribusi terhadap timbulnya emisi. Dengan mengetahui sumber-sumber tersebut, upaya pengendalian dapat dirumuskan secara lebih terarah berdasarkan data dan kondisi di lapangan.

Edy menambahkan, hasil inventarisasi diharapkan dapat membantu pemerintah daerah menentukan langkah strategis untuk menekan emisi gas rumah kaca. Karena itu, ketersediaan data yang akurat menjadi faktor penting agar rekomendasi yang dihasilkan sesuai dengan kondisi daerah dan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan program lingkungan.

“Rencananya, ke depan kita akan melihat dan mengidentifikasi apa saja yang menjadi sumber emisi. Setelah sumber-sumbernya diketahui dan datanya terkumpul, kita bisa menyusun rekomendasi mengenai upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi emisi tersebut,” jelasnya.

Ia berharap penyusunan Dokumen Inventarisasi Gas Rumah Kaca dapat membantu Pemerintah Kabupaten Konawe memperoleh data yang lebih terarah mengenai sumber emisi di daerah. Data tersebut diharapkan menjadi salah satu dasar dalam mendukung kebijakan pengendalian pencemaran lingkungan serta mendorong pembangunan daerah yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

DLH Konawe Gelar FGD Penyusunan Dokumen Inventarisasi Gas Rumah Kaca

Terima kasih telah membaca artikel ini. Temukan informasi dan berita terbaru lainnya melalui kanal resmi kami.

Ikuti informasi terbaru melalui Saluran WhatsApp .