Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 8153 • Lihat semua

SIDRAP, FAKTA1.COM — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mempercepat realisasi anggaran dan mengoptimalkan kinerja memasuki triwulan IV atau fase akhir tahun anggaran 2026.

Penekanan tersebut disampaikannya saat memimpin Coffee Morning didampingi Sekretaris Daerah Sidrap, Andi Rahmat Saleh, di Aula Saromase, Kompleks SKPD, Kelurahan Batu Lappa, Kecamatan Watang Pulu, Selasa (20/10/2026).

Syaharuddin meminta seluruh OPD mengoptimalkan realisasi pendapatan dan belanja, terutama program yang memiliki hasil nyata dan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sementara itu, belanja yang belum mendesak perlu dipertimbangkan kembali agar pelaksanaan anggaran lebih efektif.

“Hari ini 20 Oktober 2026, sudah masuk di Triwulan keempat. Maka tentu kegiatan Triwulan keempat ini merupakan akhir masa kegiatan kita, terutama di Perda APBD tahun anggaran,” ujarnya.

Dalam evaluasi anggaran, Bupati memaparkan realisasi belanja APBD 2026 setelah perubahan mencapai Rp834 miliar atau sekitar 73 persen per 6 Oktober. Sementara itu, nilai APBD setelah perubahan disebut mencapai Rp1,275 triliun.

Ia meminta OPD mempercepat realisasi anggaran dengan tetap memperhatikan manfaat dan urgensi belanja, terutama untuk memastikan program yang telah direncanakan dapat diselesaikan sebelum akhir tahun.

“Saya berharap betul belanja yang dianggarkan di APBD Perubahan ini betul-betul bisa terealisasi,” tegasnya.

Pada sektor pendapatan, Bupati menyebut target PAD sebesar Rp243 miliar telah terealisasi Rp184 miliar. Ia meminta OPD yang memiliki sumber PAD, termasuk kecamatan, memaksimalkan waktu yang tersisa untuk memenuhi target.

Menurutnya, capaian pendapatan harus menjadi bagian penting dalam penilaian kinerja setiap perangkat daerah. Ia mengapresiasi OPD yang telah melampaui target dan meminta perangkat daerah lainnya meningkatkan upaya pencapaian target.

“Kalau sekadar ditulis tidak dicapai itu hanya khayalan, tapi kalau ditulis dan bisa dicapai bahkan over, itu namanya prestasi kinerja,” ujarnya.

Ia juga mendorong OPD agar tidak hanya bergantung pada APBD kabupaten dalam menjalankan program. Setiap perangkat daerah diminta aktif membangun komunikasi dan menyampaikan usulan program kepada pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat sesuai bidang tugas masing-masing.

“Usulan yang disiapkan dengan baik menjadi salah satu langkah untuk membuka peluang dukungan program dari pemerintah di tingkat lebih tinggi. Karena itu, OPD dituntut lebih produktif, kreatif, dan inovatif dalam mencari peluang pembangunan,” pesan Syaharuddin.

Di kesempatan yang sama, Bupati Syaharuddin Alrif menekankan efektivitas kerja serta kedisiplinan kehadiran pegawai di kantor.

“Koordinasi antarlembaga juga perlu diperkuat dengan mengurangi ego sektoral agar tercipta orkestrasi kerja yang baik dan berdampak pada peningkatan kinerja pemerintahan,” terangnya.

Dalam hal pelayanan publik, Syaharuddin meminta OPD yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, termasuk kecamatan dan kelurahan, memberikan pelayanan yang mudah, cepat, dan tidak transaksional.

“Pelayanan harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat, mudahkan mereka, jangan persulit, jangan transaksional,” tegas Syaharuddin.

Coffee Morning tersebut dihadiri para staf ahli bupati, asisten, kepala OPD, direktur rumah sakit, kepala bagian Setda dan Setwan, camat, lurah, sekretaris dinas, kepala bidang, kepala puskesmas, serta kepala subbagian OPD.

Pimpin Coffee Morning, Bupati Syaharuddin Alrif Instruksikan OPD Sidrap Genjot Realisasi APBD 2026

Terima kasih telah membaca artikel ini. Temukan informasi dan berita terbaru lainnya melalui kanal resmi kami.

Ikuti informasi terbaru melalui Saluran WhatsApp .