
“Tanah ini adalah amanah umat yang dibeli dari uang keringat jamaah pengajian. Setiap rupiah yang disumbangkan adalah doa dan harapan mereka untuk masa depan dakwah. Kami memiliki kewajiban moral dan spiritual untuk memastikan aset ini tidak dijarah oleh mafia tanah melalui rekayasa hukum apapun. Ini adalah harga mati yang harus kami jaga demi kehormatan jamaah,” ujar KH. Amrodji dengan nada bergetar namun tegas.
Beliau menegaskan bahwa LDII secara organisasi tidak terlibat sebagai pihak yang berperkara langsung, namun tetap berdiri tegak di koridor hukum untuk memastikan keadilan bagi warganya.
“Kami tidak akan rela sejengkal pun tanah milik jamaah kami diambil tanpa hak. Perjuangan di Tambak Oso adalah perjuangan melawan kezaliman praktik
- Bioskop Baru Hadir di Sidrap, Bupati Syaharuddin Alrif: Terima Kasih Menghadirkan Yang Sudah Dinanti Lama Dinantikan Warga
- Kenal di Medsos, Janji Bertemu di Hotel Soppeng Berujung 9 Remaja Ditangkap
- Pemuda 28 Tahun Tewas Ditikam di Indekos Dekat Pasar Terong Makassar
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Kyai Amrodji meyakini bahwa kondusifnya situasi ini merupakan peran besar dari banyak pihak.
“Kami yakin bahwa kondusifnya situasi ini adalah peran besar dari banyak pihak termasuk Ibu Gubernur Jatim, Bapak Kapolda Jatim, serta beberapa Tokoh Jatim yang sempat kami datangi sebelumnya sebagai wujud ikhtiar lahiriah menjaga ukhuwah umat. Oleh karenanya, atas nama masyarakat khususnya warga LDII, kami mengucapkan banyak terima kasih,” ungkapnya tulus.
- Bioskop Baru Hadir di Sidrap, Bupati Syaharuddin Alrif: Terima Kasih Menghadirkan Yang Sudah Dinanti Lama Dinantikan Warga
- Kenal di Medsos, Janji Bertemu di Hotel Soppeng Berujung 9 Remaja Ditangkap
- Pemuda 28 Tahun Tewas Ditikam di Indekos Dekat Pasar Terong Makassar
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel








Tinggalkan Balasan