Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 6888 Lihat semua

GOWA, FAKTA1.COM – Dunia birokrasi di Kabupaten Gowa tengah menjadi sorotan setelah Muhammad Amir, Kepala Pasar Rakyat Karamasa, resmi diberhentikan dari jabatannya terhitung sejak 2 Januari 2026. Pemecatan yang terkesan tiba-tiba ini memicu tanda tanya besar, baik bagi yang bersangkutan maupun publik.

Kronologi Pencopotan
Berdasarkan Surat Perintah Penguasaan Nomor: 800.11.1/316/Perdarsei, posisi Muhammad Amir langsung digantikan oleh H. Sabiri. Mirisnya, Amir mengaku tidak mendapatkan penjelasan langsung secara lisan terkait alasan pencopotannya saat surat tersebut diterbitkan.

“Saya juga tidak tahu kenapa saya diperintahkan untuk berhenti sebagai kepala pasar,” ungkap Muhammad Amir kepada awak media (21/04/2026).

Alasan dalam Dokumen vs Realita Lapangan
Meskipun Amir mengaku “gelap” soal alasan pemecatannya, dokumen keputusan dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa mencantumkan beberapa poin krusial sebagai dasar pertimbangan:

Indispliner: Amir dinilai tidak pernah menghadiri rapat koordinasi

yang diadakan Dinas maupun Bupati Gowa.

Masalah Retribusi: Munculnya keluhan pedagang terkait dugaan penagihan retribusi tanpa karcis resmi.

Manajemen Pasar: Penataan pedagang dianggap tidak maksimal, mengakibatkan banyak los pasar terbengkalai.

Pejabat Terkait Sulit Dikonfirmasi
Upaya transparansi dari pihak dinas tampaknya menemui jalan buntu. Kabid Bina Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gowa, Ma’ruf Alam, dikabarkan enggan memberikan klarifikasi dan sulit ditemui oleh awak media guna memberikan penjelasan resmi terkait polemik ini.

Respon Pedagang
Keresahan juga merambah ke tingkat pedagang kaki lima di Pasar Karamasa. Mereka menyayangkan keputusan yang mendadak ini karena minimnya sosialisasi, yang dikhawatirkan dapat berdampak pada stabilitas pengelolaan pasar ke depannya.

Sumber: Tim Investigasi

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.