
GOWA, FAKTA1.COM – Dunia birokrasi di Kabupaten Gowa tengah menjadi sorotan setelah Muhammad Amir, Kepala Pasar Rakyat Karamasa, resmi diberhentikan dari jabatannya terhitung sejak 2 Januari 2026. Pemecatan yang terkesan tiba-tiba ini memicu tanda tanya besar, baik bagi yang bersangkutan maupun publik.
Kronologi Pencopotan
Berdasarkan Surat Perintah Penguasaan Nomor: 800.11.1/316/Perdarsei, posisi Muhammad Amir langsung digantikan oleh H. Sabiri. Mirisnya, Amir mengaku tidak mendapatkan penjelasan langsung secara lisan terkait alasan pencopotannya saat surat tersebut diterbitkan.
“Saya juga tidak tahu kenapa saya diperintahkan untuk berhenti sebagai kepala pasar,” ungkap Muhammad Amir kepada awak media (21/04/2026).
Alasan dalam Dokumen vs Realita Lapangan
Meskipun Amir mengaku “gelap” soal alasan pemecatannya, dokumen keputusan dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa mencantumkan beberapa poin krusial sebagai dasar pertimbangan:
- Menag: Presiden Prabowo Dukung Penguatan Program PKUMI
- Dosen Tak Cukup Pintar, Harus Terlihat di Dunia, Pesan Tegas dari Webinar NITRO–IAIN Rawa Aopa Konawe Selatan
- Puluhan Miliar Potensi Bocor, Dugaan Pembiaran Pencurian Listrik di THM Liar Ciluar Bogor Disorot
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Indispliner: Amir dinilai tidak pernah menghadiri rapat koordinasi
Masalah Retribusi: Munculnya keluhan pedagang terkait dugaan penagihan retribusi tanpa karcis resmi.
Manajemen Pasar: Penataan pedagang dianggap tidak maksimal, mengakibatkan banyak los pasar terbengkalai.
- Menag: Presiden Prabowo Dukung Penguatan Program PKUMI
- Dosen Tak Cukup Pintar, Harus Terlihat di Dunia, Pesan Tegas dari Webinar NITRO–IAIN Rawa Aopa Konawe Selatan
- Puluhan Miliar Potensi Bocor, Dugaan Pembiaran Pencurian Listrik di THM Liar Ciluar Bogor Disorot
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Pejabat Terkait Sulit Dikonfirmasi
Upaya transparansi dari pihak dinas tampaknya menemui jalan buntu. Kabid Bina Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gowa, Ma’ruf Alam, dikabarkan enggan memberikan klarifikasi dan sulit ditemui oleh awak media guna memberikan penjelasan resmi terkait polemik ini.
Respon Pedagang
Keresahan juga merambah ke tingkat pedagang kaki lima di Pasar Karamasa. Mereka menyayangkan keputusan yang mendadak ini karena minimnya sosialisasi, yang dikhawatirkan dapat berdampak pada stabilitas pengelolaan pasar ke depannya.
Sumber: Tim Investigasi








Tinggalkan Balasan