Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 8159 • Lihat semua

KONAWE, FAKTA1.COM — Kinerja pembangunan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Konawe menunjukkan perkembangan positif. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 20 Oktober 2026 mencatat persentase penduduk miskin di daerah tersebut turun menjadi 11,46 persen pada Maret 2026.

Penurunan ini menempatkan Konawe sebagai kabupaten/kota dengan penurunan angka kemiskinan terbesar di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Berdasarkan data BPS, persentase penduduk miskin di Konawe berkurang 1,32 poin persentase dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 12,78 persen. Capaian tersebut lebih besar dibandingkan penurunan rata-rata tingkat kemiskinan di Sultra yang tercatat sebesar 0,52 poin persentase.

Dengan perkembangan tersebut, Konawe berada pada peringkat ketujuh sebagai daerah dengan persentase penduduk miskin terendah di Sulawesi Tenggara.

Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST., menyambut positif capaian tersebut. Saat ditemui awak media di Unaaha, Rabu (21/10/2026), ia menyampaikan bahwa penurunan angka kemiskinan merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendorong peningkatan kesejahteraan.

Menurut Yusran, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya diukur dari berkurangnya jumlah penduduk miskin. Perbaikan kondisi ekonomi masyarakat juga perlu dilihat dari tingkat pengeluaran rumah tangga serta kesenjangan di antara kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

“Ini merupakan capaian yang patut kita syukuri bersama. Penurunan angka kemiskinan menjadi 11,46 persen menunjukkan adanya perkembangan positif dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Konawe,” ujarnya.

Ia menambahkan, penurunan Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2), sebagaimana tercermin dalam data yang menjadi acuan, menjadi indikator penting untuk melihat perubahan kondisi penduduk miskin.

Indeks Kedalaman Kemiskinan menggambarkan rata-rata jarak pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Sementara itu, Indeks Keparahan Kemiskinan mengukur ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Konawe menyadari bahwa upaya pengentasan kemiskinan masih memerlukan perhatian berkelanjutan. Pemerintah daerah akan terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat, menjaga daya beli, serta memperluas kesempatan usaha agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.

Dalam data tersebut, garis kemiskinan Kabupaten Konawe tercatat sebesar Rp486.575 per kapita per bulan. Angka ini menjadi salah satu indikator yang digunakan untuk menentukan status kemiskinan berdasarkan standar pengeluaran masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Konawe berharap tren penurunan kemiskinan dapat terus dipertahankan melalui program pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Capaian ini sekaligus menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk memperkuat program yang telah berjalan, sehingga penurunan angka kemiskinan tidak hanya tercermin dalam statistik, tetapi juga dirasakan secara nyata dalam kehidupan masyarakat.

Kepemimpinan YA – SYAM, Angka Kemiskinan Konawe Turun Jadi 11,46 Persen

Terima kasih telah membaca artikel ini. Temukan informasi dan berita terbaru lainnya melalui kanal resmi kami.

Ikuti informasi terbaru melalui Saluran WhatsApp .