Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7660 Lihat semua

KAIRO, FAKT1.COM —Kesuksesan seorang pengusaha tidak selalu diawali dengan modal besar. Justru, kemampuan mengelola amanah kecil menjadi ukuran awal sebelum seseorang dipercaya memegang tanggung jawab yang lebih besar. Pesan inspiratif itu disampaikan Founder sekaligus Presiden Direktur PT An Nur Maarif Tour & Travel, Dr. H. Bunyamin M. Yapid, Lc., M.H., saat mengisi seminar “The Entrepreneur’s Journey” bertema “Character Before Capital: Spiritualitas dan Integritas sebagai Fondasi Kesuksesan Bisnis” di Wisma Nusantara, Kairo, Kamis (30/7/2026).

Di hadapan ratusan peserta yang didominasi mahasiswa Indonesia di Mesir, Bunyamin membuka pemaparannya dengan sebuah pertanyaan sederhana yang langsung menyentuh realitas kehidupan sehari-hari.

“Berapa banyak dari kita yang berani mengaku, kalau mengurus uang kiriman bulanan saja kadang masih kewalahan?” tanyanya.

Pertanyaan tersebut menjadi pintu masuk untuk menjelaskan satu prinsip penting dalam membangun bisnis. Menurutnya, banyak orang bermimpi memiliki modal besar, tetapi lupa bahwa kepercayaan untuk mengelola modal tidak datang secara instan.

“Kalau mengurus tiga juta sebulan saja tidak bisa, bagaimana bisa dipercaya mengelola ratusan juta nanti?” ujar Bunyamin, disambut senyum dan tawa para peserta seminar.

Menurut alumnus Universitas Al-Azhar Kairo tersebut, karakter adalah aset pertama yang harus dimiliki setiap calon pengusaha. Modal bisa dicari, tetapi kepercayaan hanya diberikan kepada mereka yang mampu menjaga amanah, sekecil apa pun nilainya.

“Kepercayaan dibangun dari hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten. Orang yang disiplin mengelola amanah kecil akan lebih siap menerima amanah yang lebih besar,” tegasnya.

Dari Desa Menuju Indonesia

Dalam seminar yang berlangsung hangat dan interaktif itu, Bunyamin turut membagikan perjalanan hidupnya. Setelah menyelesaikan pendidikan di Universitas Al-Azhar Kairo dan melanjutkan studi magister hingga doktor di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, ia mengaku tidak langsung mendapatkan pengakuan ketika kembali ke Tanah Air.

Ia bahkan sempat dipandang sebelah mata oleh sebagian orang di sekitarnya.

Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya berhenti. Sebaliknya, ia memilih membuktikan kemampuan melalui kerja keras, konsistensi, dan karya nyata.

“Perjalanan saya dimulai dari desa menuju kota. Tetapi yang saya bangun bukan sekadar jalan menuju kota, melainkan jalan kesuksesan dari desa untuk Indonesia,” ungkapnya.

.katasulsel-trending-unique{ background: linear-gradient(135deg, #1e90ff 0%, #ff7f50 100%); padding:20px; margin:30px 0; border-radius:12px; color:#fff; font-family:Arial, sans-serif; } .katasulsel-trending-unique-title{ font-weight:700; font-size:18px; margin-bottom:16px; text-transform:uppercase; text-align:center; letter-spacing:1px; } .katasulsel-trending-unique-item{ display:flex; align-items:center; margin-bottom:12px; transition: transform 0.2s; background: rgba(255,255,255,0.1); padding:8px; border-radius:8px; } .katasulsel-trending-unique-item:hover{ transform: translateX(4px); background: rgba(255,255,255,0.2); } .katasulsel-trending-unique-item img{ width:80px; height:55px; object-fit:cover; border-radius:6px; margin-right:12px; flex-shrink:0; } .katasulsel-trending-unique-item div{flex:1; min-width:0;} .katasulsel-trending-unique-item a{ color:#fff; font-weight:600; text-decoration:none; } .katasulsel-trending-unique-item a:hover{text-decoration:underline;} .katasulsel-trending-unique-meta{ font-size:11px; color:#eee; margin-top:2px; } @media screen and (max-width:768px){ .katasulsel-trending-unique-item{ flex-direction:row; } .katasulsel-trending-unique-item img{ width:60px; height:40px; margin-right:10px; } .katasulsel-trending-unique-title{font-size:16px;margin-bottom:12px;} }

class="wp-block-paragraph">Kisah tersebut mendapat apresiasi dari peserta karena menggambarkan bahwa latar belakang bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita besar.

Bangun Mimpi dengan Perencanaan

Bunyamin juga mengajak peserta untuk memiliki visi yang jelas sebelum membangun usaha. Ia mengibaratkan seorang arsitek yang selalu membuat miniatur atau rancangan sebelum mendirikan bangunan.

Begitu pula dalam kehidupan. Tanpa perencanaan yang matang, seseorang akan sulit menentukan arah dan tujuan yang ingin dicapai.

Selain itu, ia menyoroti kebiasaan sebagian generasi muda yang lebih mudah mengeluarkan uang untuk memenuhi gaya hidup dibandingkan berinvestasi pada pendidikan dan peningkatan kompetensi.

Menurutnya, ilmu pengetahuan merupakan investasi jangka panjang yang nilainya jauh lebih besar dibandingkan barang-barang konsumtif.

Empat Generasi Penentu Masa Depan

Dalam pemaparannya, Bunyamin juga mengajak peserta melakukan refleksi melalui empat kategori generasi, yakni perintis, pewaris, penghancur, dan pengembang.

Ia berharap generasi muda Indonesia mampu menjadi generasi pengembang, yakni mereka yang tidak hanya menikmati hasil perjuangan orang tua, tetapi mampu menciptakan inovasi, memperluas manfaat, serta meningkatkan kualitas kehidupan generasi berikutnya.

Menurutnya, salah satu kunci menjadi generasi pengembang adalah kemampuan mengelola waktu secara disiplin, menyeimbangkan aktivitas belajar, bekerja, beribadah, dan beristirahat dalam 24 jam yang dimiliki setiap orang.

Spiritualitas sebagai Fondasi Kesuksesan

Menutup pemaparannya, Bunyamin mengingatkan bahwa keberhasilan dalam dunia usaha tidak boleh memisahkan seseorang dari nilai-nilai spiritual.

Ia menegaskan, sehebat apa pun strategi bisnis yang dimiliki, semuanya harus ditopang dengan kedekatan kepada Allah SWT.

“Jangan tinggalkan salat malam, dan membiarkan malam tanpa diiringi dengan meminta kepada Allah Swt.,” pesannya.

Seminar “The Entrepreneur’s Journey” menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus motivasi bagi mahasiswa Indonesia di Mesir untuk mempersiapkan diri menjadi entrepreneur yang tidak hanya sukses secara finansial, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan spiritualitas yang kuat. Melalui pesan-pesan sederhana namun sarat makna, Dr. Bunyamin Yapid menegaskan bahwa kesuksesan besar selalu diawali dari kemampuan menjaga amanah kecil, karena karakter akan selalu mendahului datangnya modal.(*)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.