Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7252 Lihat semua

MAKASSAR, FAKTA1.COM — Ada yang berbeda di Aula Gedung Lembaga Administrasi Negara (LAN) Makassar pada Ahad (24/5/2026) kemarin. Ruangan tersebut mendadak riuh dan dipenuhi atmosfer magis masa lalu. Nilai-nilai moral dan kebudayaan luhur dari Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) sukses “mengguncang” Kota Makassar melalui sebuah pementasan drama yang luar biasa.

Hebatnya, aktor dan aktris di balik pertunjukan epik ini bukanlah seniman teater senior, melainkan para siswa cerdas dari SD Islam Athirah 2 Bukit Baruga. Mereka berhasil menghidupkan kembali tokoh legendaris Bumi Sidrap, Nene Mallomo, dalam sebuah pentas seni yang sarat edukasi sejarah.

Pementasan ini bukan sekadar acara sekolah biasa. Terbukti, perhelatan akbar yang dibuka resmi oleh Direktur Sekolah Islam Athirah, Syamril, ini dihadiri langsung oleh orang nomor satu di Sidrap, Bupati Syaharuddin Alrif.

“Terima kasih atas penampilannya. Saya sangat terkesan dan bangga melihat pentas seni legenda Nene Mallomo yang tergambar begitu detail dan jelas mengenai peristiwa pada masa Kerajaan Lapatiroi,” ujar Syaharuddin Alrif dengan nada penuh kagum.

Dari Penasihat Kerajaan hingga Rahasia Sidrap Jadi “Lumbung Nasional
Dalam sambutannya, Bupati Syaharuddin menjelaskan bahwa kisah Nene Mallomo bukan sekadar dongeng pengantar tidur. Tokoh legendaris ini memiliki andil besar dalam sejarah awal mula Sidrap hingga bisa bertransformasi menjadi daerah agraris yang disegani di Indonesia.

Berita Terkini & Referensi

“Dari masa itulah permulaan Kabupaten Sidrap dikenal sebagai lumbung beras Indonesia. Hingga sekarang, Sidrap tetap bertahan sebagai lumbung beras, lumbung telur, lumbung energi terbarukan, dan juga lumbung penghafal Al-Qur’an Indonesia,” tambah sang Bupati dengan bangga.

Beliau juga sempat memberikan “kuliah sejarah singkat” mengenai

istilah Addatuang, sebutan pemimpin masa kerajaan yang setara dengan jabatan Bupati di era modern. Begitu terpukaunya dengan kualitas akting para siswa, Bupati Syaharuddin bahkan langsung “memboyong” mereka dengan mengajak pihak sekolah untuk tampil kembali di hadapan masyarakat Kabupaten Sidrap.

VVIP Berjejal, Geliat Merawat Akar Budaya
Pantauan di lokasi, acara ini dibanjiri oleh tokoh-tokoh penting dan wali murid yang memenuhi kursi penonton. Di barisan undangan VIP, tampak hadir:

Berita Terkini & Referensi

  • Sultan Rakib (Sekretaris Dinas Kominfo Provinsi Sulawesi Selatan)
  • Nasruddin Waris (Asisten Administrasi Umum Sidrap)
  • Mahluddin (Kepala Dinas Kominfo Sidrap)
  • Suharya Angriani (Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sidrap)
  • Sirajuddin (Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidrap)

Bukan Sekadar Tontonan, Tapi Tuntunan Karakter
Kepala Sekolah SD Islam Athirah 2 Bukit Baruga, Taswil Mardi, mengungkapkan bahwa Sulawesi Selatan sangat kaya akan kisah legenda yang sarat moral. Nene Mallomo adalah salah satu teladan terbaik.

“Bagaimana ilmu yang didapatkan anak-anak kita bisa diimplementasikan dan memberikan dampak besar bagi kehidupan mereka ke depan,” harap Taswil.

Senada dengan hal itu, Direktur Sekolah Islam Athirah, Syamril, menegaskan bahwa mengenalkan sejarah sejak dini adalah ramuan instan dalam membentuk karakter anak. “Dengan memperkenalkan kisah legenda, kita dapat membangun karakter yang kuat, berbudaya, dan mencintai sejarah daerahnya,” pungkas Syamril.

Lewat tangan dingin para pengajar dan semangat anak-anak SD Athirah, pesan moral Nene Mallomo terbukti melompati zaman: bahwa jujur dan adil adalah fondasi utama sebuah bangsa. (*)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.