
FAKTA1.COM, SIDRAP— Kabupaten Sidrap dan Kutai Timur membangun sinergi baru, berbagi pengalaman, dan merancang kolaborasi berkelanjutan demi memperkuat ketahanan pangan.
Hal ini tergambar saat Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif menerima kunjungan kerja Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, Senin (28/4/2025).
Mahyunadi datang bersama Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Dyah Ratnaningrum, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Joni Abdi Setia, serta sejumlah pejabat teknis lainnya.
Sementara itu, Bupati Sidrap didampingi Penjabat Sekda Andi Rahmat Saleh, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Muhammad Iqbal, dan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Siara Barang.
- Isu MBG Tak Layak Tidak Terbukti, SPPG Malimpung 01 Komitmen Jaga Kualitas
- Sidrap Bikin Kaget di Forum Sulsel, Pertumbuhan Ekonomi Melonjak, Gudang Beras Sampai Harus Sewa Tambahan
- Tim Advokat Buka Suara Usai Vonis Bebas Kasus Baznas Enrekang: “Sejak Awal Objek Perkaranya Keliru”
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Hadir pula Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Ibrahim, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Andi Safari Renata, serta Kepala Dinas Peternakan Suharya Angriani.
Mahyunadi menyampaikan tujuan kunjungan mereka untuk menimba ilmu guna memperkuat ketahanan pangan di daerahnya.
“Kami memiliki potensi lahan sawit dan tambang yang luas di Kutai Timur, tetapi lahan mineral untuk pertanian masih sangat terbatas. Karena itu, kami ingin belajar dari Sidrap, melihat langsung praktik terbaik yang bisa kami adopsi,” ujar Mahyunadi.
Ia menilai banyak hal yang bisa diadopsi dari Sidrap, terutama keberanian berinovasi, konsistensi membangun ekosistem pertanian modern, serta sinergi erat antara petani, pemerintah, dan pelaku industri.
“Kami optimistis, dengan kerja keras, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor, Kutai Timur juga bisa menjadi lumbung pangan baru di masa depan,” ungkap Mahyunadi.
- Isu MBG Tak Layak Tidak Terbukti, SPPG Malimpung 01 Komitmen Jaga Kualitas
- Sidrap Bikin Kaget di Forum Sulsel, Pertumbuhan Ekonomi Melonjak, Gudang Beras Sampai Harus Sewa Tambahan
- Tim Advokat Buka Suara Usai Vonis Bebas Kasus Baznas Enrekang: “Sejak Awal Objek Perkaranya Keliru”
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Sementara
“Harga beras kami sudah mencapai Rp6.500 per kilogram, naik dari Rp5.000 saat masih mengikuti standar nasional. Ini menunjukkan kualitas dan nilai tambah produksi petani kita meningkat,” papar Syaharuddin.
Ia menjelaskan, setiap desa di Sidrap diarahkan mengembangkan kawasan perkebunan dan hortikultura.
“Keberlimpahan hasil pertanian, menjadi pasokan utama bagi industri pengolahan pangan modern, sekaligus menjaga kesinambungan suplai sepanjang tahun,” ucapnya.
Lebih jauh, Syaharuddin menyatakan, Sidrap mematok target produksi satu juta ton gabah setiap tahun. Untuk mencapai itu, lanjutnya, pemerintah daerah menerapkan program tanam Indeks Pertanaman (IP) 300, yakni petani menanam dan panen tiga kali setahun.
“Hasil program IP 300 sudah nyata. Pada panen Maret lalu, Bulog bersama mitra pabrik penggilingan padi telah menyerap sekitar 30 ribu ton gabah dari Sidrap,” terang Syaharuddin.
Ia mengutarakan, di Sidrap kini beroperasi sekitar 380 pabrik penggilingan padi. Sebagian besar telah menggunakan teknologi canggih, dengan beberapa unit mampu menyerap hingga 300 ribu ton gabah per hari.
“Transformasi industri ini menjadikan Sidrap bukan sekadar penghasil beras, melainkan pusat inovasi pertanian modern,” tandasnya.(*)








Tinggalkan Balasan