Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7157 Lihat semua

SURABAYA, FAKTA1.COM – Suasana haru mewarnai acara Wisuda XVIII Stikosa AWS yang berlangung di Dyandra Covention Hall, Jl Basuki Rahmat Surabaya, Sabtu pagi (14/12).

Saat sesi pengukuhan, satu persatu para wisudawan dipanggil naik ke panggung utama. Ketika giliran nama wisudawan Bima Alif Ramadhan, yang naik ke panggung adalah ibundanya. Wisudawan dari peminatan Broadcasting angkatan 2017 itu sudah meninggal dunia pada Maret 2024 lalu karena sakit.

Almarhum Bima adalah salah satu dari 61 wisudawan yang dikukuhkan sebagai Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom) dalam acara Wisuda XVIII tersebut. Mereka terdiri dari wisudawan peminatan Broadcasting, Jurnalistik dan Public Relations.

Dari deretan kursi undangan, hadir sejumlah pejabat propinsi Jawa Timur. Juga hadir Ketua Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur (YPWJT) yang menaungi Stikosa AWS, Imawan Mashuri, SH, MH beserta jajaran pengurus, anggota Dewan Pers, Sapto Anggoro serta Dirut Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Surabaya, Fajar Arifianto

Isnugroho. Ketiganya adalah alumni Stikosa AWS dan sudah malang melintang di dunia kewartawanan.

Dalam sambutannya, Ketua Stikosa AWS, Dr Jokhanan Kristiyono, M.Med.Kom berpesan, sebagai institusi yang berkomitmen mencetak lulusan dengan kompetensi unggul, adaptif, dan inovatif, Stikosa AWS telah mendidik para lulusannya tidak hanya sebagai komunikator yang unggul, tetapi juga sebagai pribadi yang berintegritas dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Selanjutnya Jokhanan mengatakan, di era kecerdasan buatan dan disrupsi teknologi seperti sekarang, dunia industri membutuhkan individu yang bukan hanya pintar, tetapi juga mampu beradaptasi dengan cepat, kreatif dalam mencari solusi, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai etika.

Bersambung Kehalaman