
Sesuai tema Wisuda XVIII tahun 2024, yakni AI dan Revolusi Komunikasi dalam Menghadapi Tantangan di Era Digital, Dr Makroen Sanjaya, M.Sos memberikan orasi ilmiah yang sangat menarik mengenai perkembangan AI. Makroen Sanjaya juga merupakan alumni Stikosa AWS angkatan tahun 1985. Setelah lulus, ia memulai karir sebagai wartawan di majalah Fakta pada tahun 1986, berlanjut ke harian Surya di Surabaya. Sepuluh tahun kemudian, mulai berkarir di dunia televisi sebagai reporter, antara lain di SCTV, metro TV dan Rajawali TV, sambil kuliah pasca sarjana. Kini ia dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Direktur Utama TV Muhammadiyah Jakarta.
Dalam orasinya, Makroen menjelaskan perkembangan AI yang ia sebut fenomena manusia robot. Yakni sejak diperkenalkan mesin ATM pertama pada tahun 1967 oleh Bank of Barclay di Inggris. Perkembangan selanjutnya, sejak 2017 sudah diciptakan robot AI berbentuk manusia yang diberi nama Sophia. Bahkan robot AI sudah resmi menjadi warga negara Arab Saudi, lengkap dengan KTP-nya. Robot Sophia tersebut diproduksi oleh Hanson Robotics di Hongkong.
Makroen menyebut AI ibarat dua sisi mata uang. Sisi baiknya, AI sangat membantu dalam berbagai bidang pekerjaan agar lebih cepat dan efisien. Seperti malaikat, AI bisa menjawab pertanyaan apa saja dalam tempo 2-3 detik, bisa membantu kebutuhan manusia dalam berbagai bidang, sesuai perintah pengguna.
Sisi buruknya, AI seperti Dajjal, bisa menciptakan kebohongan dan manipulasi yang seolah nyata. Makroen memberi
“Namun sehebat-hebatnya dan secerdas-cerdasnya AI dalam menghasilkan teks, perlu genue intelligence atau kecerdasan manusia. Produk AI jangan ditelan mentah-mentah tapi harus dikaji ulang. Di masa depan, orang yang tidak cakap menggunakan AI, akan digantikan oleh orang yang cakap menggunakan AI” ujarnya. Oleh karena itu Makroen berpesan kepada seluruh wisudawan agar menguasai AI dari sisi baiknya.
Penghargaan Terbaik
Dalam acara Wisuda XVIII tersebut juga diberikan beberapa penghargaan Terbaik untuk wisudawan, dosen dan tenaga kependidikan (tendik). Terpilih wisudawan peraih IPK Tertinggi Akademik, yakni Kiki Evelin Olivia Sihaloho dengan IPK 3,92 dari peminatan Jurnalistik, Dewi Ivona Afiani IPK 3,89 Public Relations dan Jessica Rosemelba Kaguasehi IPK 3,81 Broadcasting. Sedangkan Dwita Febby Febiola terpilih sebagai wisudawan terbaik non akademik.
Terpilih sebagai Dosen Terbaik adalah Ratna Puspita Sari, M.Med.Kom, Tenaga Kependidikan Terbaik Septianto Raka Putra Pratama, S.Kom, serta penghargaan kepada Tenaga Kependidikan dengan masa kerja 25 tahun, yakni Imam Suwito, Sutrisno dan Nurhadi S.Sos.
[Redho Fitriyadi]








Tinggalkan Balasan