
FAKTA1.COM, SIDRAP— Aktivitas penambangan yang diduga ilegal ini tak hanya meresahkan warga, tetapi juga menimbulkan pertanyaan besar: apakah pengawas hanya jadi penonton di tengah hiruk-pikuk eksploitasi tanah?
Lokasi tambang yang berada di pinggir jalan poros Trans-Sulawesi, antara Desa Lainungan dan Desa Mattiro Tasi, kian mengkhawatirkan.
Debu beterbangan, jalanan rusak, dan suara bising alat berat menjadi pemandangan sehari-hari. Warga bertanya-tanya, di mana pemerintah dalam situasi ini? Apakah pengawasan hanya sekadar formalitas tanpa tindakan nyata?
Menanggapi keresahan ini, Anggota DPRD Sidrap, Saenal Rosi dan yang lainnya, melakukan kunjungan ke lokasi. Namun,
“Saya langsung mengecek area tambang dan meninjau papan nama perusahaan. Anehnya, tidak ada satu pun pengelola atau operator alat berat yang bisa dimintai keterangan. Hanya ada satu unit excavator terparkir tanpa aktivitas,” ungkap Saenal Rosi dengan nada heran.
- DPRD Wajo Turun ke Loket Obat, Antrean Panjang RSUD Lamaddukkelleng Tak Lagi Sekadar Keluhan
- Sidrap Kedatangan ‘Pasukan Intelektual’, 2.364 Mahasiswa Unhas Turun Gunung Selama 45 Hari
- Bupati Soppeng Suwardi Haseng Tersenyum Lebar Usai Argentina Bangkit dari Kubur: “Saya Yakin Albiceleste Belum Habis”
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Bersambung….








Tinggalkan Balasan