Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7249 Lihat semua

JAKARTA, FAKTA1.COM – Pembalap muda kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama, terus mencuri perhatian dunia. Memulai debutnya di kelas Moto3 musim 2026, Veda langsung mencatatkan start impresif yang membuatnya masuk ke dalam jajaran teratas rookie terbaik dengan rekor yang tak biasa.

Hingga seri keenam musim ini, pembalap andalan Honda Team Asia tersebut sukses mengoleksi 61 poin. Performa konsistennya dibuktikan dengan raihan satu kali podium dan tiga kali finis di posisi enam besar. Catatan gemilang ini menempatkan Veda di peringkat keempat dalam daftar rookie dengan awal musim terbaik sepanjang sejarah era Moto3.

Ungguli Juara Red Bull Rookies Cup hingga Pembalap MotoGP
Ketangguhan Veda di lintasan balap musim ini benar-benar solid. Saat ini, ia kokoh berdiri sebagai rookie terbaik di grid Moto3 2026.

Hebatnya lagi, Veda sukses mengangkangi Brian Uriarte, pembalap rookie rivalnya yang datang dengan status mentereng sebagai juara Red Bull Rookies Cup dan JuniorGP. Tidak hanya itu, torehan poin awal musim Veda bahkan melampaui rekor masa lalu milik para bintang yang kini sudah mapan di kelas MotoGP, seperti Fabio Quartararo dan Enea Bastianini

saat mereka berstatus debutan.

Hanya Kalah dari Para ‘Monster’ Juara
Di atas kertas, posisi Veda hanya tertinggal dari tiga nama besar yang langsung mencetak kemenangan podium pertama pada enam balapan awal mereka sebagai rookie. Mereka adalah Pedro Acosta, Maximo Quiles, dan Romano Fenati.

Sejauh ini, Pedro Acosta masih memegang rekor akselerasi tercepat dalam sejarah Moto3. Pada musim debutnya di tahun 2021, Acosta langsung menggebrak dengan tiga kemenangan beruntun dan satu podium dalam enam laga pertama, sebelum akhirnya mengunci gelar juara dunia di tahun yang sama. Sementara itu, Maximo Quiles dan Romano Fenati masing-masing mengemas satu kemenangan dalam enam balapan awal mereka.

Meski belum meraih podium tertinggi, konsistensi Veda Ega Pratama di barisan depan membuktikan bahwa pembalap asal Indonesia ini memiliki mentalitas dan potensi besar untuk menyamai, atau bahkan melampaui, para legenda Moto3 tersebut. Perjalanan musim 2026 masih panjang, dan Veda siap terus memberikan kejutan di sirkuit-sirkuit berikutnya.(*)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.