Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7338 Lihat semua

KASIPUTE, FAKTA1.COM – Gelombang kecaman keras menghantam Kepolisian Resor (Polres) Bombana menyusul insiden dugaan tindakan represif dan arogansi yang dilakukan oleh Kapolres Bombana terhadap kader Ikatan Pemuda Pelajar Mata Oleo (Immpermol). Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada dini hari, Rabu (3/6/2026), di wilayah Kasipute, Kabupaten Bombana.

Panglima Serikat Gerakan Mahasiswa (SEGEMA), Egar Afriman, secara tegas mengutuk aksi kekerasan berupa pencekikan yang diduga dilakukan langsung oleh pimpinan tertinggi kepolisian di wilayah hukum Bombana tersebut kepada salah satu mahasiswa yang tengah memperjuangkan aspirasi.

Mencederai Marwah Institusi dan Slogan “Polri Presisi”
Menurut Egar Afriman, tindakan yang dipertontonkan oleh Kapolres Bombana dinilai sangat jauh dari profesionalisme dan semangat slogan Polri Presisi. Sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, aparat penegak hukum seharusnya mengedepankan dialog yang humanis, bukan justru menggunakan tindakan fisik yang mencederai kemanusiaan.

“Kami mengecam keras sikap arogansi dan tindakan premanisme yang diduga dilakukan oleh Kapolres Bombana terhadap kawan mahasiswa dari Immpermol. Tindakan mencekik mahasiswa di bawah kegelapan dini hari adalah bentuk kepandiran dan arogansi kekuasaan yang sama sekali tidak bisa ditoleransi,” tegas Egar Afriman dalam pernyataan resminya.

Kronologi Singkat Kejadian
Peristiwa kelam ini bermula saat sejumlah mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Immpermol tengah menggelar

aksi pengawalan isu pada Rabu (3/6/2026) dini hari di Kasipute. Di tengah situasi tersebut, bukannya mendapatkan ruang dialog yang aman, salah satu perwakilan mahasiswa justru mendapat perlakuan kasar berupa pencekikan. Terduga pelaku penganiayaan tersebut disinyalir kuat adalah Kapolres Bombana sendiri secara langsung.

Dua Tuntutan Tegas SEGEMA
Menyikapi insiden yang dinilai mencoreng iklim demokrasi di Bombana ini, Panglima SEGEMA melayangkan dua tuntutan mendesak kepada pihak berwenang:

  • Copot Jabatan Kapolres: Mendesak Kapolda Sulawesi Tenggara untuk segera mencopot Kapolres Bombana dari jabatannya karena dinilai gagal memimpin institusi dengan pendekatan yang humanis.
  • Usut Tuntas oleh Propam: Meminta Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sultra untuk segera turun tangan melakukan investigasi mendalam dan memeriksa oknum-oknum yang terlibat dalam tindakan represif ini.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepolisian Resor Bombana belum memberikan keterangan resmi atau konfirmasi terkait insiden yang terjadi pada dini hari tadi di Kasipute. Di sisi lain, pihak SEGEMA menegaskan tidak akan tinggal diam dan siap menggelar aksi gelombang protes yang lebih besar jika tuntutan mereka diabaikan.(Rafli)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.