
KASIPUTE, FAKTA1.COM – Gelombang kecaman keras menghantam Kepolisian Resor (Polres) Bombana menyusul insiden dugaan tindakan represif dan arogansi yang dilakukan oleh Kapolres Bombana terhadap kader Ikatan Pemuda Pelajar Mata Oleo (Immpermol). Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada dini hari, Rabu (3/6/2026), di wilayah Kasipute, Kabupaten Bombana.
Panglima Serikat Gerakan Mahasiswa (SEGEMA), Egar Afriman, secara tegas mengutuk aksi kekerasan berupa pencekikan yang diduga dilakukan langsung oleh pimpinan tertinggi kepolisian di wilayah hukum Bombana tersebut kepada salah satu mahasiswa yang tengah memperjuangkan aspirasi.
Mencederai Marwah Institusi dan Slogan “Polri Presisi”
Menurut Egar Afriman, tindakan yang dipertontonkan oleh Kapolres Bombana dinilai sangat jauh dari profesionalisme dan semangat slogan Polri Presisi. Sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, aparat penegak hukum seharusnya mengedepankan dialog yang humanis, bukan justru menggunakan tindakan fisik yang mencederai kemanusiaan.
“Kami mengecam keras sikap arogansi dan tindakan premanisme yang diduga dilakukan oleh Kapolres Bombana terhadap kawan mahasiswa dari Immpermol. Tindakan mencekik mahasiswa di bawah kegelapan dini hari adalah bentuk kepandiran dan arogansi kekuasaan yang sama sekali tidak bisa ditoleransi,” tegas Egar Afriman dalam pernyataan resminya.
- Sidrap Matangkan Penempatan KKN Kesehatan Unhas, Wabup Tekankan Peran Desa Lawan Stunting
- Wajo Tembus 15 Kali WTP Beruntun, Konsistensi Birokrasi Jadi Kunci Ketahanan Tata Kelola
- Wajo Bangun Tameng Hukum Kekayaan Intelektual, Sutera Sengkang Hingga UMKM Masuk Perlindungan Negara
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Kronologi Singkat Kejadian
Peristiwa kelam ini bermula saat sejumlah mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Immpermol tengah menggelar
Dua Tuntutan Tegas SEGEMA
Menyikapi insiden yang dinilai mencoreng iklim demokrasi di Bombana ini, Panglima SEGEMA melayangkan dua tuntutan mendesak kepada pihak berwenang:
- Copot Jabatan Kapolres: Mendesak Kapolda Sulawesi Tenggara untuk segera mencopot Kapolres Bombana dari jabatannya karena dinilai gagal memimpin institusi dengan pendekatan yang humanis.
- Usut Tuntas oleh Propam: Meminta Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sultra untuk segera turun tangan melakukan investigasi mendalam dan memeriksa oknum-oknum yang terlibat dalam tindakan represif ini.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepolisian Resor Bombana belum memberikan keterangan resmi atau konfirmasi terkait insiden yang terjadi pada dini hari tadi di Kasipute. Di sisi lain, pihak SEGEMA menegaskan tidak akan tinggal diam dan siap menggelar aksi gelombang protes yang lebih besar jika tuntutan mereka diabaikan.(Rafli)








Tinggalkan Balasan