Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7326 Lihat semua

Jakarta, Fakta1.com — Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana pada Selasa (2/6/2026). Langkah tegas ini diambil setelah rangkaian evaluasi kinerja terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memunculkan catatan serius, mulai dari aspek disiplin Standar Operasional Prosedur (SOP), tata kelola organisasi, hingga kualitas makanan di lapangan.

Keputusan pergantian ini tidak hanya dipahami sebagai rotasi jabatan biasa, melainkan sebagai respons keras pemerintah atas akumulasi persoalan yang mengemuka dalam implementasi program strategis nasional tersebut. Dari berbagai sumber evaluasi, dua hal paling menonjol yang menjadi sorotan utama adalah ketidaktertiban pelaksanaan standar operasional serta mutu makanan yang diterima oleh masyarakat penerima manfaat.

Catatan Merah Evaluasi 1,5 Tahun
Evaluasi mendalam yang dilakukan pemerintah ini berlangsung selama kurang lebih 1,5 tahun. Prosesnya mencakup pemantauan ketat terhadap sistem distribusi, pelaksanaan di tingkat daerah, hingga efektivitas manajemen internal BGN. Dari hasil peninjauan tersebut, ditemukan adanya pola ketidakpatuhan terhadap SOP yang seharusnya menjadi kompas utama dalam pelaksanaan program berskala masif ini.

Selain masalah SOP, aspek tata kelola organisasi di internal BGN juga dinilai belum berjalan optimal. Struktur koordinasi internal disebut masih belum sepenuhnya efektif, sehingga berdampak langsung pada konsistensi pelaksanaan program di berbagai wilayah Indonesia.

Namun, isu yang paling sensitif dan memicu perhatian publik adalah terkait kualitas makanan dalam program MBG. Dalam sejumlah laporan di lapangan, ditemukan variasi mutu distribusi yang sangat tidak merata. Situasi ini diperparah oleh adanya kasus dugaan keracunan yang melibatkan ribuan siswa pada tahun 2025 lalu, yang akhirnya memperkuat dorongan publik dan internal instansi untuk melakukan evaluasi total.

Catatan Redaksi: Hingga berita ini diturunkan, pemerintah belum memberikan kesimpulan hukum terkait berbagai isu yang berkembang, termasuk dugaan penyelewengan anggaran yang

sempat mencuat di ruang publik. Namun secara administratif dan evaluatif, temuan-temuan yang ada sudah dirasa cukup menjadi dasar bagi Kepala Negara untuk melakukan perombakan di level kepemimpinan tertinggi BGN.

Kombinasi Sipil-Militer di Struktur Baru BGN
Sebagai langkah cepat untuk mengisi kekosongan sekaligus memulai pembenahan, Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Nanik, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, kini dipercaya memegang tongkat komando penuh untuk memimpin lembaga tersebut keluar dari fase krisis.

Untuk memperkuat roda organisasi, struktur kepemimpinan BGN kini tampil dengan kombinasi baru yang mengawinkan unsur sipil dan militer:

  • Kepala BGN: Nanik S. Deyang
  • Wakil Kepala BGN I: Agustina Arum Sari
  • Wakil Kepala BGN II: Mayjen TNI Trenggono

Komposisi baru ini sengaja dibentuk mencerminkan penguatan struktur pengawasan. Masuknya unsur militer diharapkan mampu memperketat disiplin pelaksanaan program dan memastikan tidak ada lagi celah kebocoran atau kelalaian dalam distribusi di lapangan.

Memasuki Fase Koreksi
Pergantian nakhoda ini sekaligus menandai arah baru kebijakan pemerintah dalam pengelolaan program Makan Bergizi Gratis. Ke depan, fokus BGN dipastikan tidak lagi hanya sekadar mengejar perluasan cakupan wilayah, melainkan pada perbaikan radikal sistem kerja, ketertiban SOP, dan peningkatan kualitas layanan yang benar-benar dirasakan oleh anak-anak serta penerima manfaat.

Langkah berani pencopotan dan penunjukan pimpinan baru BGN ini menjadi sinyal kuat dari Istana bahwa program strategis nasional tidak ditoleransi untuk berjalan dengan celah teknis sekecil apa pun. Pemerintah kini tampak bergerak maju ke fase koreksi total, bukan lagi sekadar eksekusi buta. (*)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.