
SIDRAP, FAKTA1.COM— Percepatan penyambungan listrik untuk 132 titik pompanisasi di Kecamatan Panca Rijang menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang dalam menghadapi ancaman kekeringan akibat El Nino.
Untuk memastikan pompa air segera beroperasi dan sawah petani tetap terairi, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif memimpin rapat koordinasi pertanian di Rumah Jabatan Bupati, Senin malam (27/7/2026).
Rapat tersebut dihadiri Asisten Ekonomi dan Pembangunan Patahangi Nurdin, Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, Sekretaris Dinas TPHPKP Suriyanto, Camat Panca Rijang Faradila Bakri, kepala desa dan lurah se-Kecamatan Panca Rijang, perwakilan PLN Rappang, serta jajaran Dinas Pertanian dan Dinas PSDA.
Syaharuddin menjelaskan percepatan Program Listrik Masuk Sawah menjadi langkah strategis untuk menyelamatkan pertanaman padi dari dampak kemarau.
Menurutnya, seluruh sumur bor di Kecamatan Panca Rijang telah selesai dibangun, sehingga yang kini dipacu adalah penyambungan jaringan listrik agar pompa dapat segera difungsikan.
“Bagaimanapun caranya harus disambung untuk mengantisipasi kemarau,” tegas Syaharuddin saat meminta PLN mencari solusi percepatan sambungan listrik, termasuk memanfaatkan jaringan terdekat sambil menunggu pembangunan jaringan permanen.
Ia mengungkapkan dari 132 titik pompanisasi di Panca Rijang, sekitar 40 titik telah memiliki sambungan listrik. Sisanya akan dipercepat dengan dukungan pembangunan tiang, kabel, trafo, dan meteran listrik.
Selain itu, Syaharuddin menargetkan penambahan sumur bor di Desa Macorawalie. Dari 14 sumur bor yang telah tersedia untuk mengairi sekitar 173 hektare lahan, pemerintah
Pemerintah Kabupaten Sidrap juga terus memperluas dukungan irigasi. Program Listrik Masuk Sawah mencakup sekitar 18 ribu hektare pada 2025 dan bertambah 4 ribu hektare pada 2026.
Bersama program ITPOM dan irigasi perpipaan, total sekitar 22 ribu hektare lahan pertanian mendapat dukungan penyediaan air.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Patahangi Nurdin mengatakan pemerintah ingin memetakan seluruh sumber air yang masih dapat dimanfaatkan.
Ia meminta setiap kelompok tani menyampaikan kondisi sumur bor, mata air, maupun sungai yang masih memiliki debit air agar penanganan dapat dilakukan secara cepat.
Sekretaris Dinas TPHPKP Suriyanto menambahkan, pemerintah desa dan kelurahan diminta segera mendata titik sumur bor yang telah memiliki jaringan maupun yang masih membutuhkan sambungan listrik.
Data tersebut akan menjadi dasar koordinasi dengan PLN agar penyambungan dapat dipercepat.
Sementara itu, perwakilan PLN Rappang, Ulfa, menyampaikan dari 40 titik yang tidak memerlukan perluasan jaringan, sebanyak 25 titik telah dinyalakan dan 15 titik sisanya ditargetkan selesai dalam dua hari.
Adapun 92 titik lainnya masih membutuhkan perluasan jaringan dan saat ini masuk dalam prioritas percepatan, termasuk dengan penambahan personel di Panca Rijang, Kulo, dan Baranti.(*)








Tinggalkan Balasan