Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7420 Lihat semua

SIDRAP, FAKTA1.COM – Jeritan dan keluhan warga Kampung Subbae, Desa Kanie, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) seolah menjadi angin lalu bagi pemerintah daerah. Setiap kali musim hujan tiba, warga di wilayah ini harus kembali menelan pil pahit akibat banjir yang terus-menerus merendam pemukiman mereka.

​Kondisi memprihatinkan ini kembali terjadi pada Minggu (14/6/2026). Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, luapan air yang merendam pemukiman warga dipicu oleh penyumbatan parah di mulut gorong-gorong yang terletak di dekat jembatan perbatasan antara Desa Kanie dan Desa Sereang. Penumpukan sampah kiriman yang menggunung di lokasi tersebut menyumbat total aliran air, hingga akhirnya meluber ke rumah-rumah warga.

​Salah seorang warga setempat, Hj. Suriyati, mengungkapkan rasa frustrasinya. Menurutnya, bencana buatan ini seolah telah bertransformasi menjadi “agenda rutin” tahunan yang wajib mereka hadapi tanpa ada solusi konkret dari pihak berwenang.

​”Hal ini terjadi sudah menjadi rutinitas setiap musim hujan tiba dan merendam pemukiman kami,” keluh Hj. Suriyati dengan nada kecewa.

​Bertahun-tahun Diusulkan, Hanya Berakhir Jadi Janji Manis
​Kritik tajam juga datang dari Faisal, warga lainnya yang rumahnya turut menjadi korban ketidaktegasan sistem drainase ini.

Faisal membeberkan fakta miris bahwa pembiaran ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Pemerintah daerah dinilai menutup telinga, padahal usulan perbaikan dan penanganan khusus telah berkali-kali

diajukan oleh masyarakat.

​”Masalah ini sudah bertahun-tahun tanpa ada penanganan khusus dari pemerintah. Padahal hal ini sudah diusulkan untuk perbaikan, tapi sampai saat ini belum ada realisasi sama sekali,” tegas Faisal menyayangkan lambatnya respons birokrasi.

​Mewakili suara hati warga Kampung Subbae yang selalu was-was setiap langit mendung, Faisal mendesak agar pemerintah tidak lagi menunda-nunda kewajibannya.

​”Kami minta ada perhatian khusus dari pemerintah menangani masalah ini, agar kami bisa terhindar dari masalah ini (banjir),” ungkapnya penuh harap.

​Pemerintah Absen di Tengah Penderitaan Warga
​Ironisnya, di saat warga harus berjibaku dengan air bah dan tumpukan sampah yang mengancam kesehatan serta aktivitas ekonomi mereka, kehadiran pemerintah justru nihil.

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun perwakilan dari pihak pemerintah—baik dari tingkat desa, kecamatan, maupun dinas terkait—yang terlihat turun ke lapangan untuk meninjau lokasi, memberikan bantuan, ataupun mencari solusi darurat atas penyumbatan gorong-gorong tersebut.

​Sikap pasif pemerintah ini tentu melahirkan tanda tanya besar di tengah masyarakat: Sampai kapan warga Kampung Subbae harus lepas dari masalah ini dan merugi akibat kelalaian infrastruktur yang terus dibiarkan? (Red)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.