
KOTA BIMA – Konferensi Cabang (Konfercab) XIX Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bima akhirnya mencapai puncaknya. Dalam forum tertinggi di tingkat cabang tersebut, Juraidin resmi ditetapkan sebagai Formateur/Ketua Umum HMI Cabang Bima untuk masa amanah 2026-2027.
Terpilihnya Juraidin menandai babak baru bagi organisasi hijau hitam di Tanah Bima. Dalam pidato kemenangannya yang penuh khidmat, ia menegaskan bahwa amanah yang diembannya bukanlah sekadar perebutan kursi kekuasaan, melainkan sebuah tanggung jawab moral dan spiritual.
”Ini bukan tentang jabatan. Ini tentang pengabdian. Ini bukan tentang kursi, tapi tentang kerja dan tanggung jawab di hadapan Allah, umat, dan bangsa,” ujar Juraidin mengawali sambutannya, Rabu (06/05).
Menyatukan Barisan Insan Cita
Dinamika Konfercab yang sempat menghangat dinilai Juraidin sebagai bentuk kedewasaan demokrasi di internal organisasi.
Ia mengapresiasi seluruh kader yang tetap menjaga semangat kekeluargaan meskipun sempat berbeda pilihan.
- Soppeng Mulai Hitung Kebutuhan Air Masa Depan, Pasokan Air Bersih Jadi Sorotan dalam Forum Strategis
- El Nino Masuk Radar Pemkab Sidrap, Petani dan Harga Beras Jadi Perhatian Utama
- KKN Unhas di Soppeng Punya Misi Baru, Mahasiswa Harus Tinggalkan Program Formalitas
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
”Perbedaan pilihan kemarin adalah keniscayaan
Visi HMI Progresif dan Membumi
Ke depan, Juraidin berkomitmen untuk membawa HMI Cabang Bima menjadi organisasi yang lebih responsif terhadap realitas sosial. Ia menekankan tiga pilar utama dalam kepemimpinannya:
Rumah Perkaderan Progresif: Memperkuat kualitas kader secara intelektual.
- Soppeng Mulai Hitung Kebutuhan Air Masa Depan, Pasokan Air Bersih Jadi Sorotan dalam Forum Strategis
- El Nino Masuk Radar Pemkab Sidrap, Petani dan Harga Beras Jadi Perhatian Utama
- KKN Unhas di Soppeng Punya Misi Baru, Mahasiswa Harus Tinggalkan Program Formalitas
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Gerakan Advokasi: Memastikan HMI hadir dalam membela kepentingan masyarakat.
Solutif dan Membumi: Menjadi jembatan atas persoalan keumatan dan kebangsaan di daerah.
Di akhir narasinya, ia mengajak seluruh elemen kader untuk bergerak bersama dalam satu komando. Menurutnya, keberhasilan kepengurusan mendatang bergantung pada soliditas kolektif.
”Saya tidak bisa berjalan sendiri. Amanah ini milik kita bersama. Mari rapatkan shaf, satukan langkah. Yakin Usaha Sampai!” tutup Juraidin dengan pekikan khas Yakusa.








Tinggalkan Balasan