Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7640 Lihat semua

Kairo, Mesir | Senin, 27 Juli 2026 – Kehadiran desainer muslim Indonesia Lina Sukijo di Universitas Al-Azhar Kairo menjadi perhatian besar di lingkungan akademik internasional. Tidak hanya menghadirkan karya busana muslim yang elegan, Lina Sukijo dinilai berhasil membawa perspektif baru tentang seni, budaya, dan estetika ke salah satu pusat keilmuan Islam tertua di dunia.

Dalam rangkaian kegiatan Light of Azhariyat 2026, Lina Sukijo tampil sebagai Official Sponsor sekaligus memperkenalkan karya-karya fesyen muslim yang memadukan nilai syariat, budaya Indonesia, dan sentuhan modern. Kehadirannya mendapat sambutan hangat dari pimpinan Universitas Al-Azhar, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo, hingga komunitas mahasiswa internasional.

Salah satu apresiasi paling istimewa datang dari Prof. Dr. Nahla Shabry Al-Saidi, penasihat perempuan pertama bagi Grand Syekh Al-Azhar sekaligus Direktur Pusat Pengembangan Studi Mahasiswa Internasional Universitas Al-Azhar.

Berita Terkini & Referensi

Dalam sambutannya, Prof. Nahla menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi dan dukungan Lina Sukijo terhadap kegiatan akademik dan pengembangan mahasiswa internasional di Al-Azhar.

“Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Ibu Lina Sukijo atas kontribusi dan dukungannya kepada Universitas Al-Azhar. Kami sangat terkesan melihat karya-karya desain yang begitu indah, elegan, serta mencerminkan nilai-nilai budaya dan identitas Islam yang universal,” ungkap Prof. Nahla.

Menurutnya, karya Lina Sukijo menjadi contoh bagaimana dunia fesyen dapat menjadi media diplomasi budaya yang mampu mempererat hubungan antarbangsa tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Apresiasi serupa juga datang dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kairo. Ucapan terima kasih disampaikan langsung melalui Wakil Duta Besar Republik Indonesia bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo, yang menilai kehadiran Lina Sukijo telah memperkuat citra positif Indonesia di lingkungan Universitas Al-Azhar.

Berita Terkini & Referensi

Mereka menilai bahwa karya-karya Lina Sukijo bukan sekadar memperkenalkan fesyen muslim Indonesia, tetapi juga menjadi bagian dari diplomasi budaya yang memperlihatkan kreativitas bangsa Indonesia kepada masyarakat internasional.

Menurut pihak KBRI, apa yang dilakukan Lina Sukijo merupakan langkah strategis dalam memperkenalkan identitas Indonesia melalui jalur pendidikan, seni, dan budaya, sekaligus memperkuat hubungan erat antara Indonesia dan Universitas Al-Azhar.

Kehadiran Lina Sukijo bahkan disebut membawa warna baru di lingkungan Universitas Al-Azhar.

Selama berabad-abad, Al-Azhar dikenal sebagai pusat pengembangan ilmu-ilmu keislaman, pemikiran, dakwah, dan peradaban Islam. Namun melalui kolaborasi ini, dimensi seni dan estetika memperoleh ruang yang

lebih luas.

“Selama ini Al-Azhar dikenal sebagai pusat pemikiran Islam. Dengan hadirnya Lina Sukijo, bukan hanya busana yang diperkenalkan, tetapi juga nilai keindahan sebagai bagian dari peradaban. Al-Azhar adalah kota ilmu sekaligus kota budaya,” ujar salah seorang pejabat dalam kegiatan tersebut.

Brand LS (Lina Sukijo) dinilai menjadi pelopor yang menghadirkan pendekatan baru melalui perpaduan antara fesyen muslim, seni, dan identitas budaya Indonesia di lingkungan akademik internasional.

Momentum tersebut juga menjadi sejarah tersendiri karena merupakan salah satu terobosan yang dilakukan mahasiswi Indonesia bersama mitra Indonesia dengan dukungan penuh dari KBRI Kairo dan Universitas Al-Azhar, menghadirkan kolaborasi antara dunia pendidikan, kebudayaan, dan industri kreatif dalam satu panggung internasional.

Peragaan busana yang ditampilkan Lina Sukijo memperlihatkan karakter modest fashion Indonesia yang anggun, modern, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Islam. Setiap koleksi mendapat sambutan meriah dari civitas akademika Al-Azhar serta mahasiswa dari berbagai negara yang hadir.

Tidak sedikit peserta yang mengabadikan setiap koleksi melalui dokumentasi dan media sosial sebagai bentuk apresiasi terhadap kualitas desain yang ditampilkan.

Gaung kegiatan ini pun meluas hingga menarik perhatian berbagai kalangan, termasuk komunitas desainer internasional, pengamat modest fashion, pelaku industri kreatif, serta akademisi dari berbagai negara. Mereka menilai kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri fesyen merupakan model diplomasi budaya yang layak dikembangkan di masa depan.

Bagi Lina Sukijo, partisipasi di Universitas Al-Azhar bukan sekadar menghadirkan sebuah peragaan busana, tetapi menjadi misi untuk memperkenalkan Indonesia sebagai bangsa yang kaya akan budaya, kreativitas, dan nilai-nilai Islam yang moderat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa fesyen bukan hanya tentang pakaian. Fesyen adalah bahasa budaya, bahasa persahabatan, dan bahasa perdamaian. Semoga kolaborasi ini menjadi awal lahirnya lebih banyak kerja sama antara Indonesia dan Universitas Al-Azhar dalam bidang pendidikan, budaya, dan industri kreatif,” ujar Lina Sukijo.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa karya anak bangsa mampu tampil sejajar di panggung dunia. Melalui sentuhan kreativitas Lina Sukijo, Universitas Al-Azhar Kairo tidak hanya menjadi pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang dialog budaya yang mempertemukan tradisi, keindahan, dan inovasi dalam semangat persaudaraan internasional.(*)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.