Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7622 Lihat semua

PAREPARE, FAKTA1.COM — Warga Kompleks Perumahan PNS, Kelurahan Galung Maloang, Kota Parepare, dihebohkan dengan penemuan ratusan karung beras berlabel Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang berserakan di pinggir jalan.

Temuan ini langsung memicu perhatian publik dan menimbulkan dugaan adanya penyalahgunaan program pemerintah.

Masyarakat di sekitar lokasi menduga karung-karung beras SPHP tersebut sengaja dikumpulkan untuk dikemas ulang atau dioplos menjadi beras berlabel premium guna meraup keuntungan sepihak. Kendati demikian, hingga saat ini dugaan tersebut masih sebatas spekulasi karena belum ada bukti konkret yang memastikan praktik pengoplosan di lokasi.

Warga berharap pihak berwenang, mulai dari Perum Bulog, Dinas Perdagangan, hingga aparat penegak hukum, segera turun tangan mengusut tuntas asal-usul beras tersebut. Praktik penyalahgunaan semacam ini dinilai sangat merugikan masyarakat luas, mengingat program SPHP digulirkan pemerintah khusus untuk menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan ketersediaan beras terjangkau bagi publik.

Respons Tegas Perum Bulog Kancab Parepare
Menanggapi temuan yang meresahkan ini, Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Parepare bergerak cepat dengan memperketat pengawasan serta menerjunkan tim untuk melakukan penelusuran langsung di lapangan.

Pemimpin Perum Bulog Kancab Parepare, Rahmi Mangerang, menegaskan pihaknya tidak tinggal diam begitu menerima informasi terkait dugaan pengemasan ulang beras SPHP oleh oknum tak bertanggung jawab.

“Kami langsung melakukan penelusuran begitu menerima informasi tersebut. Jika nantinya ditemukan adanya pelanggaran atau unsur pidana, maka akan kami koordinasikan dengan aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang

berlaku,” ujar Rahmi, Kamis (23/7/2026).

Rahmi memaparkan bahwa seluruh mitra penyalur resmi beras SPHP telah melalui prosedur verifikasi ketat dan diikat oleh aturan yang mengikat. Setiap mitra secara tegas dilarang keras membuka kemasan asli, mencampur, ataupun mengemas ulang beras SPHP untuk dijual kembali dengan harga tinggi.

Berdasarkan analisis sementara, modus operandi yang dicurigai adalah pengumpulan beras SPHP dari berbagai titik distribusi resmi untuk kemudian direpaket dan dijual kembali dengan harga beras premium. Kendati demikian, pihak Bulog masih mendalami fakta-fakta lapangan guna mengidentifikasi aktor intelektual di balik temuan ini.

Pengawasan Diperketat dan Stok Dijamin Aman
Sebagai langkah antisipasi lanjutan, Bulog memperketat monitoring terhadap seluruh rantai distribusi serta menggandeng Satgas Pangan untuk menggelar inspeksi mendadak (sidak). Langkah ini diambil untuk memastikan agar subsidi beras pemerintah benar-benar tepat sasaran dan tidak diselewengkan oleh spekulan.

Di sisi lain, Rahmi memastikan bahwa ketersediaan stok beras SPHP di wilayah kerja Bulog Parepare berada dalam kondisi aman dan proses distribusi kepada masyarakat berjalan normal tanpa hambatan.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk proaktif melaporkan apabila menemukan indikasi penyelewengan atau penyalahgunaan beras SPHP di lingkungan sekitar mereka.

“Hingga saat ini proses penelusuran masih berlangsung. Kami berkomitmen menjaga integritas program SPHP agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.