
Menurut Eddy, salah satu pengalaman paling mengharukan terjadi ketika tim menemukan air terjun saat turun dari kaki Puncak Nandut.
“Saya sempat duduk termenung hingga air mata menetes. Saat itu saya menyadari betapa luar biasanya ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Sangat disayangkan jika kekayaan alam seperti ini dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab demi kepentingan pribadi,” ungkapnya.
Ia juga menceritakan beratnya medan yang harus dilalui. Setiap langkah membutuhkan konsentrasi, kehati-hatian, dan ketenangan. Bahkan, pengalaman menghadapi tawon di beberapa pos persinggahan mengajarkannya untuk tidak mudah panik dalam menghadapi situasi sulit.
“Dari perjalanan ini saya semakin memahami bahwa Kabupaten Konawe memiliki kekayaan alam yang sangat luar biasa, wilayah yang luas, serta banyak potensi wisata yang harus kita kenali, jaga, dan kembangkan,” tuturnya.
Di akhir wawancara, Eddy berpesan kepada generasi muda agar memiliki kepedulian dan tanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Pesan saya kepada generasi muda dan para penerus, mari kita jaga alam. Sebagaimana slogan, alam jaga kita. Jangan sampai kita menikmati kekayaan alam hari ini, tetapi anak cucu kita kelak hanya mewarisi kerusakannya,” tutupnya.





Tinggalkan Balasan