
Pengalaman serupa juga disampaikan Wahyu. Saat diwawancarai, ia mengungkapkan bahwa perjalanan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga, bukan hanya menguji kekuatan fisik, tetapi juga menjadi perjuangan emosional dan mental.
Wahyu turut menyampaikan terima kasih kepada Bupati Konawe, Wakil Bupati Konawe, seluruh jajaran pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan ekspedisi.
Menurutnya, perjalanan tersebut menyadarkan dirinya tentang kebesaran ciptaan Tuhan dan pentingnya menjaga alam sebagai anugerah yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.
“Ada satu pengalaman yang sangat membekas dan membuat saya terharu. Ketika kami turun dari kaki Puncak Nandut, kami menemukan sebuah air terjun. Saya sempat duduk termenung cukup lama hingga air mata saya menetes. Saat itu saya benar-benar menyadari betapa luar biasanya ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa,” ungkap Wahyu.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Konawe dan seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga kelestarian alam tanpa menjadikannya sebagai objek kepentingan politik maupun kepentingan pribadi.

“Harapan saya kepada Pemerintah Kabupaten Konawe dan seluruh elemen masyarakat, mari kita bersama-sama menjaga dan melestarikan alam ini. Jangan sampai ada kepentingan politik ataupun kepentingan pribadi yang justru menjadi alasan untuk merusak lingkungan. Alam ini bukan hanya untuk kita nikmati hari ini, tetapi juga merupakan warisan yang harus kita jaga untuk generasi mendatang,” tuturnya.





Tinggalkan Balasan