Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7256 Lihat semua

KABUPATEN BEKASI, FAKTA1.COM – Fenomena alam yang tidak biasa menggemparkan warga Kampung Pulo Bambu Tua RT 009 RW 004, Desa Karang Sentosa, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Peristiwa tanah amblas dengan diameter dan kedalaman yang cukup besar dilaporkan terjadi pada Senin (25/5/2026), hingga memicu kekhawatiran mendalam bagi masyarakat setempat.

Bukan sekadar longsor biasa, amblasnya tanah di permukiman tersebut membentuk lubang menganga yang menjorok ke dalam. Berdasarkan kesaksian warga di lokasi, lubang misterius itu diduga kuat memiliki jaringan lorong bawah tanah yang mengarah ke tiga penjuru mata angin, yakni ke arah selatan, timur, dan utara. Karakteristik amblas yang dinilai janggal ini pun seketika menjadi pusat perhatian khalayak luas.

Menyikapi situasi tersebut, warga sangat berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi segera mengambil langkah cepat dengan menerjunkan tim untuk meninjau sekaligus meneliti penyebab pasti dari fenomena ini.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Pak Tcun, menegaskan agar instansi terkait tidak mengabaikan fenomena alam yang

langka ini. Ia mendesak pemerintah untuk segera melibatkan para ahli yang berkompeten, termasuk pakar geologi hingga arkeolog, demi menguak apa yang sebenarnya terjadi di bawah permukaan tanah kampung mereka.

“Kami berharap kepada instansi terkait Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi agar peristiwa bumi amblas ini diperhatikan, disikapi, dan ditinjau lebih lanjut. Siapa tahu ada sesuatu di dalamnya, baik dari sisi geologi maupun kemungkinan sejarah di masa dulu,” ujar Pak Tcun saat memberikan keterangan kepada awak media di lokasi kejadian, Senin (25/5).

Hingga berita ini diturunkan, suasana di lokasi masih diselimuti kewaspadaan. Warga setempat masih terus menanti kehadiran tim ahli serta tindak lanjut nyata dari pemerintah daerah guna memastikan keamanan permukiman mereka dari potensi amblasan susulan.

Jurnalis/Kontributor: Haris Pranatha, C. PFW., C. MDF., C. JKJ
Editor: [ Fery, S./Redaksi]